Layan Sebentar

Followers

Saturday, January 29, 2011

Nak sangat-sangat jadi seorang pemaaf?Teruskan.....

Salam pembaca blog Cikgu Tie!
Tak dapat Cikgu Tie nak pastikan kebenaran di sebalik  kisah yang berlatarbelakangkan lagu “Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree" . Lagunya memang benar ada dan silakan kalau anda hendak  mendengarnya. Setelah membaca kisah di sebalik lagu ini, niat Cikgu Tie hanya satu iaitu  hendak mengambil hikmah dari  kisahnya dan untuk berkongsi dengan pembaca blog Cikgu Tie.
Semoga dapat dimanfaatkan bersama untuk memiliki peribadi agong iaitu.....SEORANG PEMAAF YANG PANDAI MEMAAFKAN.

Berikut kisah yang sudah sangat popular dan tersebat di internet …..

Pada tahun 1971 surat khabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini berkahwin dengan seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai isterinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukul anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri wang tabungan isterinya, lalu dia naik bus menuju ke utara, ke kota besar, untuk menjalani kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya, dia memulakan bisnes baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya yang bebas dengan seks, judi,minum arak dan sebagainya.

Bulan demi bulan,tahun  demi tahun berlalu. Bisnesnya gagal, dan ia mulai kekurangan wang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu wang orang. Sepandai-pandai tupai melompat...akhirnya pada suatu saat ,dia tertangkap. Polis menyumbatnya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang saat-saat terakhirnya di penjaran, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan isterinya. Dia rindukan keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada isterinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahawa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.

Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis,

"Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku, namun jika engkau masih ada perasaan padaku, mahukah kau nyatakan?”

“Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku sampai dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bus, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau jika isterinya membaca suratnya, apakah dia mahu mengampuninya?

Dia naik bus menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Dia meminta kepada pemandu bus itu, "Tolong, kalau sampai White Oak, jalannya pelan-pelan saja......"
Hatinya berdebar-debar saat bus mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengalir deras.

Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menitis di matanya......
Dia tidak melihat sehelai pita kuning...
Tidak ada sehelai pita kuning....
Tiada  sehelai......
Melainkan ada seratus  (100) helai pita-pita kuning....
bergantungan di pohon beringin itu...
Ooh...pohon itu seakan dipenuhi pita kuning...!!!!!!!!!!!!

Sang pemandu langsung menelefon surat khabar dan menceritakan kisah ini. Kemudian lahir lagu "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree". Lagu ini  ditulis oleh Irwin Levine dan L. Russell Brown.

I'm coming home I've done my time
And I have to know what is or isn't mine
If you received my letter Telling you I'd soon be free
Then you'd know just what to do If you still want me , If you still want me
Oh tie a yellow ribbon 'Round the old oak tree
It's been three long years Do you still want me
If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree
I'll stay on the bus, forget about us Put the blame on me
If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree
Bus driver please look for me 'Cause I couldn't bare to see what I might see
I'm really still in prison And my love she holds the key A simple yellow ribbon's
all I need to set me free I wrote and told her please Oh
tie a yellow ribbon 'Round the old oak tree It's been three long years Do you still want me
If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree I'll stay on the bus,
forget about us Put the blame on me If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree
Now the whole damn bus is cheering And I can't believe I see
A hundred yellow ribbons 'Round the old, the old oak tree
Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak

Sahabat terkasih,
Alangkah indahnya jiwa sang isteri….
sulit kita melukiskan keagungan hati wanita di balik kisah di atas.
Tidak hanya sekedar memaafkan…
namun dia memberikan lebih dari sekadar kemaafan.
Dia memberikannya dengan segenap jiwa dan kasih sayang yang mengharukan hati.
Wanita tersebut adalah seorang yang sangat pandai dalam memaafkan.

Menjadi pribadi yang pemaaf adalah baik,
menjadi pribadi yang pandai memaafkan tentu akan lebih baik.
Pandai memaafkan, bererti  mudah dan cepat
dalam  hal sesuatu yang memang harus segera dimaafkan.  
Tidak akan menyimpan rasa marah apalagi dendam dalam hati.
Pandai memaafkan , tentu saja tidak akan menyimpan “penyakit” dalam hati dan fikiran kita.

Seorang ahli hikmah mengatakan, lupakanlah dua hal.
"Lupakanlah kebaikanmu kepada orang lain
dan lupakanlah kesalahan orang lain kepadamu."

Insan yang pandai memaafkan bahkan membalas orang yang menyakitinya dengan kebaikan yang mengesankan.

Dari Uqbah bin Amir, dia berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu." (HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).

Sahabatku tercinta……
Jadilah  orang yang pandai memaafkan,
berikanlah maaf pada sesama dan semua…..
Memaafkan dengan segera, santun, tulus ,
dengan segenap kemampuan sering menyisakan jejak...
Jejak keagungan, jejak yang bisa dibaca dan menjadi pelajaran bagi sesama..

Mungkin ada di antara kita,
memilih menumpahkan kemarahan ketika harga diri dijatuhkan.
Mendahulukan emosi ketika orang menyakiti
dengan kalimat-kalimat sindiran yang disengaja.
Orang yang pandai memaafkan memilih untuk berterima kasih
dan meyakini adanya transfer pahala ketika mampu memaafkan.
Dan memilih tidak lagi harus khawatir,
karena harga diri manusia hanyalah akan jatuh di mata-Nya,
ketika dia menggadaikan diri pada perbuatan dosa dan maksiat….

Pandailah dalam memaafkan, sahabat…
Termasuk pandailah memaafkan diri kita sendiri…
Agar kita bisa menikmati kilaunya pagi…
bisa meresapi indahnya jingga senja hari…….

"...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.
Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu?
Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur :22)

***Nasihat  Cikgu Tie  kepada anda juga untuk diri Cikgu Tie sendiri supaya kita akan menjadi seorang yang pemaaf.***

0 sudi komen N3 Cikgu Tie:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Sila klik dan layan sebentar!

Sahabat Online 3

Ikan Ajaib Yang Tak Pernah Kenyang Jika Diberi Makan.

Jangan Lupa Tolong Beri Makan Ikan Ajaibku Yang Selalu Lapar ini!

Bacaan Ayat-ayat suci